Minggu, 04 Desember 2016

APPLICATION LETTER


25th October, 2016
Mr. Harold Burgin
Apple, Inc
St. A. Yani 12
Central Jakarta

Dear Mr. Burgin,
I write to apply for the Web Developer especially for Front-end Web Developer position at Apple, Inc. I am 29 years old and was educated at Indonesian University and I took Informatics Engineering. I have an experienced before, I work for Advertisement Company as a Web Developer for 2 years and given me an excellent skills.
I quit my job before because I want to gain more skills at Web Developer especially at Front-end Web Design. Since I have an experience before. I believe I am an excellent fit for this position, I have a passion for creating positive and productive work.
I look forward to hearing from you about the progress of my application. If you have any further questions or require any additional documentation, please contact me using the above information. Thank you for your time and consederation.

Respectfully,
 Amber





Amber
St. South Ringroad
Phone : 021-66161
E-mail : runningtyou@gmail.com



CV (Curriculum Vitae)

Text Box: Photo here
4 x 6
Personal Information
Name                                       : Amber
Place, Date of birth                 : Jakarta, 05th August 1989
Home Address                                    : Jl. A. Yani 12
Email                                       : runningtyour@gmail.com
Phone Number                        : +62 821 5367 7437
Education                                : Indonesian University
Work Experience                    : Online Marketing
Skill                                         : Marketing
Language                                : Indonesian, English

Job Refence
Career Interest                        : Web Marketing Manager
Expected Silary           : Rp5.000.000,00
Skills & Specialities    :
·         Analytics and optimization
·         Good technical understanding
·         Good at communication
·         Good at problem solving
Education                    :
·         Madrasah Ibtidaiyah Negeri
·        International School
·         Scientific High School
·         University of Texas of Dallas studying Marketing



HERBARIUM DAN SIMPLISIA

Description: C:\Users\ADMIN-PC\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\unduhan (2).jpg
            Herbarium merupakan istilah yang pertama kali digunakan oleh Turnefor (1700) untuk tumbuhan obat yang dikeringkan sebagai koleksi. Luca Ghini (1490-1550) seorang Professor Botani di Universitas Bologna, Italia adalah orang pertama yang mengeringkan tumbuhan di bawah tekanan dan melekatkannya di atas kertas serta mencatatnya sebagai koleksi ilmiah (Ramadhanil, 2003).
            Herbarium dibuat dari spesimen yang telah dewasa, tidak terserang hama, penyakit atau kerusakan fisik lain. Tumbuhan berhabitus pohon dan semak disertakan ujung batang, daun, bunga dan buah, sedang tumbuhan berbentuk herba disertakan seluruh habitus. Herbarium kering digunakan untuk spesimen yang mudah dikeringkan, misalnya daun, batang, bunga dan akar, sedangkan herbarium basah digunakan untuk spesimen yang berair dan lembek, misalnya buah (Setyawan dkk, 2005).

Manfaat Herbarium
            Herbarium dapat dimanfaatkan sebagai bahan rujukan untuk mentakrifkan takson tumbuhan, ia mempunyai holotype untuk tumbuhan tersebut. Herbarium juga dapat digunakan sebagai bahan penelitian untuk para ahli bunga atau ahli taksonomi, untuk mendukung studi ilmiah lainnya seperti survey ekologi, studi fitokimia, penghitungan kromosom, melakukan analisa perbandingan biologi dan berperan dalam mengungkap kajian evolusi. Kebermanfaatan herbarium yang sangat besar ini menuntut perawatan dan pengelolaan spesimen harus dilakukan dengan baik dan benar (Setyawan dkk, 2005).

Cara Pembuatan Herbarium
            Koleksi objek perlu diperhatikan kelengkapan organ tubuhnya, pengawetan dan penyimpanannya. Koleksi objek harus memperhatikan pula kelestarian objek tersebut. Perlu ada pembatasan pengambilan objek. Salah satunya dengan cara pembuatan awetan. Pengawetan dapat dilakukan terhadap objek tumbuhan. Pengawetan dapat dengan cara basah ataupun kering. Cara dan bahan pengawetnya bervariasi, tergantung sifat objeknya. Organ tumbuhan yang berdaging seperti buah, biasanya dilakukan dengan awetan basah. Sedang untuk daun, batang dan akarnya, umumnya dengan awetan kering berupa herbarium (Suyitno, 2004).
            Persiapan koleksi yang baik di lapangan merupakan aspek penting dalam praktek pembuatan herbarium. Spesimen herbarium yang baik harus memberikan informasi terbaik mengenai tumbuhan tersebut kepada para peneliti. Dengan kata lain,suatu koleksi tumbuhan harus mempunyai seluruh bagian tumbuhan dan harus ada keterangan yang memberikan seluruh informasi yang tidak Nampak pada spesimen herbarium. Pembuatan awetan spesimen diperlukan untuk tujuan pengamatan spesimen secara praktis tanpa harus mencari bahan segar yang baru. Terutama untuk spesimen-spesimen yang sulit ditemukan di alam. Awetan spesimen dapat berupa awetan kering dan awetan basah. Awetan kering tanaman di awetkan dalam bentuk herbarium, sedangkan untuk mengawetkan hewan dengan sebelumnya mengeluarkan organ-organ di dalamnya. Awetan basah baik untuk hewan maupun tumbuhan biasanya dibuat dengan merendam seluruh spesimen dalam larutan formalin 4% (Setyawan dkk, 2005).
            Herbarium basah, setelah material herbarium diberi label gantung dan dirapikan, kemudian dimasukkan ke dalam lipatan kertas koran. Satu lipatan kertas koran untuk satu spesimen. Tidak benar digabungkan beberapa spesimen di dalam satu lipatan kertas. Selanjutnya, lipatan kertas koran berisi material herbarium tersebut ditumpuk satu diatas lainnya. Tebal tumpukan disesuaikan dengan dengan daya muat kantong plastik (40 × 60) yang akan digunakan. Tumpukkan tersebut dimasukkan ke dalam kantong plastik dan disiram alcohol 70 % atau spiritus hingga seluruh bagian tumbukan tersiram secara merata, kemudian kantong plastik ditutup rapat dengan isolatip atau hekter supaya alcohol atau spiritus tidak menguap keluar dari kantong plastik (Onrizal, 2005).
            Herbarium kering, cara kering menggunakan tiga macam proses yaitu pengeringan langsung, yakni tumpukan material herbarium yang tidak terlalu tebal di pres di dalam sasak, untuk mendpatkan hasil yng optimum sebaiknya di pres dalam waktu dua minggu kemudian dikeringkan diatas tungku pengeringan dengan panas yang diatur di dalam oven. Pengeringan harus segera dilakukan karena jika terlambat akan mengakibatkan material herbarium rontok daunnya dan cepat menjadi busuk. Pengeringan bertahap, yakni material herbarium dicelup terlebih dahulu di dalam air mendidih selama 3 menit, kemudian dirapikan lalu dimasukkan ke dalam lipatan kertas koran. Selanjutnya, ditempuk dan dipres, dijemur atau dikeringkan di atas tungku pengeringan. Selama proses pengeringan material herbarium itu harus sering diperiksa dan diupayakan agar pengeringan nya merata. Setelah kering, material herbarium dirapikan kembali dan kertas koran bekas pengeringan tadi diganti dengan kertas baru. Kemudian material herbarium dapat dikemas untuk diidentifikasi (Onrizal, 2005).


Description: C:\Users\ADMIN-PC\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\imaggtttes.jpeg
            Bahan baku : sebagai sumber simplisia, tanaman obat dapat berupa tumbuhan liaratau tumbuhan budidaya. Tumbuhan liar adalah tumbuhan yang tumbuh dengan sendirinya dihutan atau di tempat lain, atau tanaman yang disengaja ditanam dengan tujuan lain, misalnya sebagai tanaman hias, tanaman pagar, tetapi bukan dengan tujuan untuk memproduksi simplisia, Tanaman budidaya adalah tanaman yang sengaja ditanam untuk tujuan produksi simplisia.
            Sortasi basah : sortasi basah dilakukan untuk memisahkan kotoran-kotoran atau bahan-bahan asing. Misalnya pada simplisia yang dibuat dari akar suatu tanaman obat bahan-bahan seperti tanah, kerikil, rumput, batang, daun, akar yang telah rusak, serta pengotor lainnya harus dibuang.
            Pencucian : pencucian dilakukan untuk menghilangkan tanah dan pengotor lainnya yang melekat pada bahan simplisia. Pencucian dilakukan dengan air mengalir dan air bersih, misalnya air dari mata air, air dari sumur atau air PAM.
            Perajangan : Beberapa jenis bahan simplisia perlu mengalami proses perajangan. Perajangan bahan simplisia dilakukan untuk mempermudah pengeringan, pengepakan, dan penggilingan.
            Pengeringan : Tujuan pengeringan ialah untuk mendapatkan simplisia yang tidak mudah rusak, sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama, dengan mengurangi kadar air dan menghentikan reaksi enzimatik akan dicegah penurunan mutu atau perusakan simplisia.
            Sortasi kering : Sortasi setelah pengeringan sebenarnya merupakan tahap akhir pembuatan simplisia . Tujuan sortasi untuk memisahkan benda-benda tanaman yang tidak diinginkan dan pengotor-pengotor lain yang masih ada dan tertinggal pada simplisia kering.
            Pengepakan dan penyimpanan : Pada penyimpanan simplisia perlu diperhatikan beberapa hal yang dapat mengakibatkan  kerusakan simplisia, yaitu cara pengepakan, pembungkusan, pewadahan persyaratan gudang simplisia, cara sortasi dan pemeriksaan mutu, serta cara pengawetannya penyebab kerusakan pada simplisia yang utama adalah air dan kelembababan.
            Pemeriksaan mutu : Pemeriksaan mutu simplisia dilakukan pada waktu penerimaan atau pembelian dari pengumpul atau pedagang simplisia, simplisia yang diterima harus berupa simplisia murni dan memenuhi persyaatan umum untuk simplisia.

Senin, 26 Mei 2014

Rindu dan Hati

Kenapa Rindu begitu kejam kepada Hati? Tidakkah ia tau bahwa Hati telah lelah untuk merasakannya? Lantas mengapa ia selalu datang secara tiba-tiba? Kasian Hati, dia tidak bisa melakukan apa-apa selain menikmati luka dalam Rindu yang tak pernah terbalaskan atau terungkapkan. Apa salah Hati? Apa mau Rindu? Semua terasa begitu menyesakan disaat Rindu datang dengan menggebu-gebu, lagi-lagi hati terluka, lagi-lagi terasa begitu nyata. astaga Rindu, bisakah kau datang dengan rasa yang terbalaskan? Tanpa luka, hanya bahagia. Pasti luka Hati akan terobati, barang hanya sedikit. Rindu, Hati tau bahwa ini bukan sepenuhnya kesalahanmu. Bukan mau-mu juga untuk menyakiti Hati. Karna Rindu dan Hati memang hal yang sudah dipasangkan oleh Tuhan. Salah satu harus merasa sakit untuk bisa bersama, tapi kadang keduanya berbahagia. Tapi lain kisah, lain luka, lain bahagia. Tapi semua tetap sama. Semua tentang Rindu dan Hati, yang kemudian Cinta datang diantaranya.


Untuk dia yang masih belum mengetahui bahwa dia spesial. Peka lah. Jangan selalu memikirkan ego-mu yang tak ada habisnya.
Selamat tanggal 26

Kamis, 07 November 2013

Quotes Pic :)


So, i just have some quote pics on my laptop. and umm i'm gonna share this with you. sumber: google.com



























Kamis, 24 Oktober 2013

Cobalah Untuk Mengerti

          Kau sudah kuanggap seperti sahabatku. Bukan, maksudku seperti saudara perempuanku. Kau sangat mengerti dengan perasaanku. Iya, itu memang benar. Kita begitu cocok saat ngobrol. Tertawa bersama seperti kita tidak memiliki masalah di dunia ini. Hanya saja, sedang ada badai yang menerpa persahabatan kita. Apa kau yakin setelah badai kita akan melihat pelangi bersama? Aku yakin. Bagaimana denganmu?
          Kita sudah lumayan lama bersahabat, bukan? Ku pikir kau pasti sudah mengerti dengan sifat masing-masing. Aku percaya kau adalah seorang perempuan yang peka. Aku percaya dengan itu. Tapi, disaat aku sudah percaya, bisakah kau membuktikannya?
          Perempuan itu, sahabat kita yang lain. Menyukai laki-laki itu. Dan kita berdua tau jika dia pernah mengatakan kalo dia sudah move on darinya. Apa kau mempercayainya? Aku? Tidak. Bukankah kau sendiri yang mengatakan jika orang tidak mungkin menghapuskan perasaannya secepat atau semudah itu? Kau ingatkan? Baguslah jika kau masih mengingat kata-katamu sendiri.
          Kini aku melihat kau mulai dekat dengan laki-laki itu. Ya, laki-laki yang sahabat kita sukai. Apa kau melihat ekspresinya saat kau dekat dengan laki-laki itu? Apa kau melihat seberapa kuat dia menyembunyikan perasaan perih itu? Dan apa lagi yang ingin kau buktikan? Membuktikan bahwa dia tidak menyukai laki-laki itu lagi? Kau tidak sebodoh itu, kan? Ya, aku yakin kau tidak sebodoh itu. Aku tau kau perempuan perasa yang peka terlebih lagi kepada sahabat kita sendiri.
          Jika dia mengatakan kalo dia sudah berhasil move on, apa dengan secepat itu kau akan mempercayainya? Apa kau ingat dengan kata-katamu? Tidak semudah itukan, terlebih lagi dia masih belum menemukan hati yang baru. Sungguh dia tidak 100% berhasil move on.
          Memang begitukan perempuan? Bilang tidak apa-apa padahal kenapa-kenapa. Bilang sudah bisa move on padahal tidak sama sekali. Mereka mengatakan itu karna mereka ingin terlihat kuat, tegar dimata orang lain. Kau perempuan, kau pasti mengerti tentang ini. Kau seorang yang peka, bukan. Jika begitu mengapa kau tidak mencoba mengerti perasaannya? Atau kau pura-pura tidak mengerti? Sesulit itukah kau mengerti perasaan sahabatmu sendiri? Jika tidak, maka cobalah untuk mengerti.




Sahabatmu

Sabtu, 21 September 2013

PARIS!!! I'm In LOVE!!

I'm so obsessed with Paris!! Aaaa... umh, here it is a few picture about PARIS and EIFFEL! #LAFF










and more...







Minggu, 21 Juli 2013

MEMORIES OF Xruang3

 Sekarang gue udah resmi jadi anak kelas 2 SMA jurusan IPA. Jujur aja, ada senengnya ada sedihnya juga. Tapi lebih banyak sedihnya sih. Soalnya gue harus pisah sama sahabat-sahabat gue, Nurul, Lala dan Dayah. Padahal kisah persahabatan kita lagi seru-serunya, kalo di dalam cerpen sih, lagi dalam bagian klimaks. Betapa nyeseknya saat kita membaca sebuah cerpen ternyata kita tidak tau bagaimana endingnya. Nah, seperti itulah yang gue rasain. Pisah sama sahabat itu emang berat! Berat bangetlah pokoknya! Agak nyesek juga sih, saat gue menyadari kalo gue bakal pisah sama temen-temen sekelas gue yang setengah waras itu *maaf ceman-ceman-_-v*rasanya udah cocok banget sama mereka. Gue masih inget saat awal masuk kelas 1 SMA, orang-orang kelas gue masih pada polos, pendiem, awkward, pemalu(walaupun sudah ada yang malu-maluin), bermacam-macam spesies masuk ke kelas 10 ruang 3, ruang yang paling bikin ngangenin. Karna kelas itu, munculah sebuah persahabatan, cinta, haters, dan yang lain sebagainya. Gue masih ingat waktu itu, hari pertama menduduki kelas 1 SMA, gue bingung karna gue kaga punya temen sama sekali, ada sih temen gue waktu SMP dulu namanya, Dayah. Tapi gue gak akrab sama dia waktu SMP, gue yang termasuk anak pendiem, memilih diem aja(?) dan mengikuti arus. Pada akhirnya gue duduk sebangku sama Dayah. Karna dia satu-satunya makhluk yang gue kenal. Kegiatan belajar mengajar pun mulai aktif, gue udah bertekad untuk jadi yang baik atau mungkin terbaik untuk kelas ini, jadi, gue betul-betul memperhatikan penjelasan guru. Yah, walaupun kadang gue ngantuk, pikiran menerawang kemana-mana, ngerumpi sama temen sebangku, nulis cerpen, ketawa-ketiwi dll. Tapi, semua itu tidak menghalangi gue untuk menjadi yang terbaik*ceileh,katakatague-,-* ohya, Dayah, temen sebangku gue sekaligus sahabat gue. Dia itu K-Popers sejati, dia suka banget sama hal yang berbau Korea. Gara-gara dia gue juga sedikit ikut-ikutan suka K-Pop, tapi, gue gak se-fanatik dia sih. Gue cuma suka ngedengerin lagu-lagu Korea, walaupun gue gak tau sama sekali arti dari lagu tersebut. Menurut gue, kalo lagu Korea itu bernada melow sudah pasti lagu itu lagu yang galau, nah, kalu nadanya ngebeat pasti lagu itu tentang seneng-seneng(?) walau gitu, suka atau enggaknya gue sama K-Pop, gak berpengaruh besar sama hidup gue. OkSip! Ada juga sahabat gue yang namanya Lala, dia ini seorang cewe berkulit item manis, tapi kadang suka error sendiri *piiss,La* Naaaa, menurut gue, dia ini orangnya rentan banget sama yang namanya ‘G.A.L.A.U’, iya, beneran. Kisah percintaan Lala itu rumit banget! Kaya sebuah benang kusut yang kusut banget dan kemudian hilang ditumpukan jerami, tuh kan, rumit banget! Ada lagi sahabat gue yang namanya Nurul, dia adalah yang tertua di persahabatan kami dan otomatis paling dewasa. Gue sih gak terlalu akrab sama Nurul, karna jarang ngobrol. Keunikan Nurul itu, suara dia yang rada cempreng dan gak bisa bilang huruf ‘R’. Satu lagi sahabat gue, yang hampir lupa gue sebutin, dia Fatma. Seorang cewe berkulit putih pucat, bermata sedikit sipit, dan berkaca mata. Fatma orangnya hebohan, ngomongnya cepet kayak rollercoaster, dan paling sering error,wkwk. Dia juga hyperaktif, kadang gue bingung sendiri sama dia, karna gue jarang banget ngeliat Fatma lemes gara-gara ke-cape-an padahal dia orangnya banyak bergerak dan sering ngomong. Nah! Fatma adalah kebalikan dari Lala. Fatma jarang banget ngerasain yang namanya ‘galau’, karna gue perhatiin dia orangnya always happy. Pernah sih! Fatma ngerasain penyakit ‘galau’ melanda hidupnya itu, lucu  juga sih kalo kita ngeliat seseorang yang hampir gak pernah galau jadi galau. Saat galau, Fatma diem terusssss, tatapannya sendu, ekspresi mukanya datar lebih datar daripada aspal yang baru diperbaiki,dan jarang ngomong. Hal itu dialaminya saat Fatma baru putus dari si doi yang berinisial Aldi. Di kelas 2 ini gue sekelas sama Fatma. Yah, mudah-mudahan kita berhasil sama kelas 2, eh, bukan. Mudah-mudahan kelas 2 berhasil sama kita.

                Pernah ya, kalo tidak salah antara hari Senin atau Rabu, ada guru gue bernama Pak Bambang. Baliau ini mengajar Bahasa Indonesia di kelas X ruang 3. Nah, beliau ini adalah guru yang paling rajin plus disiplin diantar semua guru yang pernah gue temui. Setiap masuk untuk mengajar, beliau akan datang awal sekali. Baru aja bel bunyi, beliau udah duduk dengan manisnya di ruang kelas atau menunggu murid-murid masuk di depan pintu. Banyak temen-temen gue mengeluh saat sadar bahwa hari itu ada pelajaran Bahasa Indonesia(mungkin, saking tidak pentingnya, mereka tidak mengingatnya). Pernah suatu hari, saat Pak Bambang datang seperti biasa, lebih awal dari pada guru-guru yang lain. Tapi, tidak untuk hari itu! Pak Bambang telat beberapa menit. Awalnya gue pikir beliau tidak akan mengajar. Gue ngerasa udah merdeka*sumpah, waktu gue nulis ini, gue kaya bener-bener merdeka(?)* tapi, kemerdekaan itu tidak berlangsung lama. Seorang temen gue yang bernama Dinda, yang biasa duduk-duduk di depan kelas masuk dengan sedikit tergesa-gesa. “kenapa, Din?” tanya gue, “Pa Bambang udah datang. Tuh, lagi otw kesini” kata Dinda sambil ngeluarin buku pelajaran Bahasa Indonesia. Gue dan Dayah langsung lemes, “kenapa sih bapaknya harus masuk?! Gue kan ngantuk! Yaelah,” protes Dayah. Ya, gue juga agak ngantuk waktu itu. Terus, gak tau ide siapa atau munculnya kapan. Temen gue yang lain, Mila namanya, berinisiatif untuk mengunci pintu kelas agar Pa Bambang tidak bisa masuk untuk belajar. Gue sih agak ragu dengan ide tersebut, karna secara beliau guru, dan pasti beliau bisa meminta kunci cadangan(bukan, lelaki cadangan ya!) X ruang 3 atau langsung membawa kepala sekolah ke kelas gue*waduh* belum sempat Mila mengunci pintu kelas, Pa Bambang sudah mendobrak pintunya, Mila yang berada dibelakang pintu langsung terpental ke segitiga Bermuda dan Pa Bambang berubah jadi Hulk *serem abiss* Eh, engga. Mila langsung bingung harus pake ekspresi seperti apa. Pa Bambang langsung menatap Mila dengan tatapan tajam, membunuh, dan memutilasi. Sadis banget?! Engga papa, kan cuma menatap. Para murid cowo yang tadinya mendukung Mila dengan sepenuh hati, jadi berbalik, “Nahh, Mila! Hukum aja Pa!” celetuk temen cowo gue, “nakal memang!” sahut yang lain, “kami mau  belajar! Kenapa pake lo kunci pintunya? Huu.” Lho? Anehkan? Bukannya tadi ngedukung? Iya, emang kaya gitu. Seperti yang udah gue bilang tadi, ada berbagai macam spesies di kelas gue. Mila kembali ke tempat duduknya dengan cengengesan dan muka sedikit pucat, murid cowo masih seru menyoraki Mila. Kasian banget si Mila. Gue waktu itu juga ikut ngetawainnya. Sorry Mil, gue juga khilap. Kisah yang menyedihkan sekali. Pelajaran tetap dilanjutkan dan acara berngantuk ria pun dimulai. Tadi itu adalah secuil kisah manis yang ada di X ruang 3. Ada juga sesuatu yang gak bakal gue lupain. Jadi gini, gue punya temen cowo, nama dia ini, Syaiful. Syaiful ini orangnya jahil,usil, tapi gak suka ngupil sembarangan-_-v Jadi, saat awal masuk+memilih kelas, ternyata gue sekelas sama makhluk itu, rada gak percaya juga sih. Saat istirahat pertama, gue dan Dayah lagi mau ke kantin. Kelas gue itu deket banget sama kantin, jadi enak deh.. Nah, tanpa gue sadari Syaiful juga ada di kantin bareng teman-teman satu spesiesnya. Lalu, tanpa diduga-duga, Syaiful bilang dengan sedikit berteriak, “Hey!! Bim… Bimbi, bapa kamu suka sayur bening ya?”, pasti lo semua bingung kenapa Syaiful bisa sampe ngatain gue gitu. Jawabannya adalah karna nama lengkap gue itu Bimbi Amber Bening, dia ambil nama gue yang paling pojok itulah. Oke, lupain soal bening, bening itu. Back to story! Saat Syaiful ngomong gitu, reflek gue noleh ke asal suara, dan orang-orang yang ada di kantin juga menoleh ke yang punya suara. Mereka menatap gue dan Syaiful bergantian, persis kaya memandangi dua orang buronan yang baru kabur dari penjara. Gue liat Syaiful lagi tertawa puas bersama teman-temannya. Rasanya gue mau masukin muka gue ke kantong plastik dan ngebuangnya, tapi sayang gak bisaL mulai saat itu gue jadi gak suka banget sama makhluk ini! Tapi, ujung-ujungnya gue jadi akrab sama dia, hahaha. Ah, sweet memories :’) Ohya, ada satu cerita lagi. Waduh, banyak banget gue cerita. Hehe, gak papa. Saat itu pas pelajaran Sejarah, pelajaran terakhir hari itu . jadi, ada dua makhluk yang berbeda spesies sama gue. Nama mereka itu, Muaiyad dan Kasbi. Mereka duduk sebangku, dibelakang tempat gue, dibarisan ketiga. Hampir semua pelajar akan merasa mengantuk pada saat pelajaran terakhir. Apalagi pelajaran tersebut pelajaran yang kurang kita sukai. Saat guru sedang asik mengajar, oh ya, nama beliau ini Pa Sarkawi. penyakit ‘mengantuk’ sudah menular hampir keseluruh kelas. Ada yang menguap mulu, ada yang pura-pura baca padahal mata ketutup, ada juga yang dengan rajinnya memperhatikan penjelasan. Yah, gue harap dia selamat sampe sekarang(?) nah, temen gue yang berdua ini, Muaiyad dan Kasbi. Tanpa gue sadari juga sih, ternyata mereka tidur. Seingat gue, gue diberi tahu sama dayah. Mereka tidur nyenyak banget, kaya tidur di hotel mewah berbintang. Gue gak tau kapan Pa Sarkawi sadar bahwa ada salah satu muridnya yang tidur. Saat itu temen gue yang lain mau nyoba ngebangunkan mereka, terus si guru bilang, “gak usah! Gak usah dibangunkan! Yang lain jangan ribut” kata Pa Sarkawi. Beliau berdiri dari tempat duduknya, dan mendekat secara perlahan. Gue memperhatikan banget gerak-gerik Pa Sarkawi. Tiba-tiba beliau mengeluarkan ponsel dari kantongnya. “bapa mau ngefoto mereka, buat kenang-kenangan” kata Pa Sarkawi dengan muka serius tingkat nasional. Merasa sudah puas, setelah beberapa kali shoot Pa Sarkawi kembali ke habitatnya eh, ke tempat duduknya. Tepat saat Pa Sarkawi duduk, bel pulang berbunyi. Gue kira bel tersebut akan ngebuat mereka bangun. Tapi, nyatanya enggak! Mereka gak bergerak sedikit pun. “oke, sebelum pulang kita berdo’a bersama-sama. Berdo’a di… eh, berdo’anya dalam hati aja. Yak, berdo’a dimulai” instruksi Pa Sarkawi. Setelah selesai berdo’a, Pa Sarkawi bertitip pesan. Beliau berkata, “kalo pulang jalannya pelan-pelan, jangan ribut!” akhirnya kami pulang dengan mengendap-ngendap. Haha, pokoknya konyol! Setelah sampe di depan kelas, Pa Sarkawi menutup pintu kelas dengan hati-hati sekali. “oke, kalian silahkan bubar” kata Pa Sarkawi. Gue nurut aja waktu itu, dan dalam hati masih bertanya-tanya kapan mereka akan bangun? Atau bagaimana ekspresi mereka saat bangun nanti. Entahlah.
by Heather - Land of Grafic